\

Featured

Browsing Category "Coretan Info"
Powered by Blogger.

Browsing "Older Posts"

Arch ARM Linux adalah distribusi Linux untuk komputer ARM. Kami bertujuan ARMv5 platform seperti komputer steker, OXNAS berbasis ARMv6 PogoPlugs,-Cortex A8 platform seperti BeagleBoard, dan Cortex-A9 dan Tegra platform seperti PandaBoard dan TrimSlice. Namun, dapat berjalan pada perangkat yang mendukung ARMv5te atau Cortex-A set instruksi. Kolaborasi kami dengan Linux Arch membawa pengguna platform terbaik, paket terbaru, dan dukungan instalasi.

Arch ARM Linux adalah distribusi Linux lengkap dengan semua aplikasi konsol, server, dan desktop Anda akan menemukan tempat lain. Anda dapat menjalankan layanan populer, seperti CUPS untuk mencetak dari komputer jaringan; Apache, Lighttpd, Cherokee, dan Nginx untuk server web dengan PHP dan dukungan penuh CGI; FTP, NFS, AFP, Rendezvous, Windows dan Time Machine yang kompatibel Samba server , atau menginstal lingkungan desktop (dengan web browser, editor teks, dan banyak lagi) dapat diakses melalui VNC, DisplayLink, atau layar HDMI.

Seluruh distribusi berada pada siklus rolling-release yang dapat diperbarui setiap hari melalui paket kecil bukan update besar setiap beberapa bulan. Kebanyakan paket yang dimodifikasi dari apa yang pengembang hulu awalnya dirilis.





























Jika Sobat mau ngecoba ARC Linux, kakek Galau sudah mempersiapkan link download iso linux ARC, supaya sobat gak susah-susah mncari Iso arc linux. tinggal Klik Kakek Galau :P atau kawan-kawan lagi maen Distro Linu Lain-nya Seperti Kali Linux , Backtrack,Bugtraq, Dll , kawan-kawan bisa download lewat Terminal jugaa,,,
kawan2 bisa masukan kode yang kakek Galau Tulis ini.. : axel -n 20 -a -v 
http://nchc.dl.sourceforge.net/project/archlinux/arch/0.7.1/arch-0.7.1.iso  kawan-kawan copykan kata yang kakek Galau warnai :D

sekian dan trimakasih telah kawan-kawan nge Klik Koetardja48.blogspot.com

Sejarah Arch ARM Linux Dan ISO

By admin → Sunday, February 16, 2014
Red Hat adalah salah satu system operasi workstation yang bisa dijalankan dengan mode dhcp server. Adapun untuk mengkonfigurasi dhcp pada RedHat, kita membutuhkan file yang namanya dhcpd.conf. untuk mendapatkan file ini, bisa kita copy dari CD ke-2 RedHat atau kita bisa buat sendiri. Cara membuatnya adalah dengan perintah "touch" dan diletakkan pada direktory 
/etc/dhcpd.
. Redhat adalah distrinusi yang paling populer dan paling banyak dipakai. Ia juga merupakan standar atau basis pengembangan berbagai distribusi lainnya termasuk Mandrake-Linux, ASP-Linux dan banyak lagi lainnya

Red Hat adalah salah satu perusahaan terbesar dan dikenal untuk dedikasinya atas perangkat lunak sumber bebas . Red Hat didirikan pada 1993 dan bermarkas di Raleigh, North Carolina, Amerika Serikatt. Red Hat terkenal karena produknya Redhat Linux salah satu distro Linux utama.
Pada tahun 1993 Bob Young mendirikan ACC Corporation, bisnis katalog yang menjual aksesori perangkat lunak Linux dan UNIX. Pada tahun 1994 Marc Ewing membuat distribusi Linux sendiri, yang dinamai Red Hat Linux. Ewing merilisnya pada Oktober tahun tersebut, dan dikenal sebagai rilis Halloween. Young membeli bisnis Ewing pada tahun 1995, dan keduana bergabung menjadi Red Hat Software, dengan Young menjabat sebagai CEO.

PERKEMBANGAN REDHAT
Bulan Februari 2002 Red Hat memindahkan kantor pusatnya dari Durham, NC, ke Centennial Campus NC S University di Raleigh, North Carolina.
Pada bulan Desember 2005 majalah CIO Insight melakukan survei nilai peusahaan tahunannya, dan menaruh Red Hat di peringkat #1 dalam nilai untuk tahun kedua berturut-turut.
Saham Red Hat menjadi bagian dari NASDAQ-100 pada 19 Desember 2005.
Red Hat menmbeli Jboss perusahaan penyedia perangkat lunak sumber terbuka untuk jaringan pada 5 Juni 2006 dan JBoss menjadi bagian dari Red Hat. Pada tahun 2007 Red Hat membeli MetaMatrix dan membuat kesepakatan dengan Exadel untuk mendistribusikan perangkat lunaknya.

Pada tanggal 18 September 2006 Red Hat merilis Red Hat Application Stack, proses pengolahan struktur data berdasarkan teknologi JBoss.
Pada tanggal 12 Desember 2006, Red Hat pindah dari NASDAQ (RHAT) ke New York Stock Exchange (RHT).
Pada 15 Maret 2007 Red Hat merilis Red Hat Enterprise Linux 5, dan pada bulan Juni, mereka membeli Mobicents.
Pada 13 Maret 2008 Red Hat mengakuisisi Amentra, sebuah penyedia layanan integrasi sistem untuk Service-oriented architecture (SOA), bagi manajemen proses bisnis, pengembangan sistem dan solusi data perusahaan. Amentra beroperasi sebagai perusahaan mandiri dari Red Hat.

Ada 4 kategori kernel:
1. Monolithic kernel.
Kernel yang menyediakan abstraksi perangkat keras yang kaya dan tangguh
2. Microkernel.
Kernel yang menyediakan hanya sekumpulan kecil abstraki perangkat keras sederhana, dan menggunakan aplikasi-aplikasi yang di sebut sebagai server untuk menyediakan fungsi-fungsi lainnya.
3. Hybrid (modifikasi dari microkernel)
Kernel yang mirip microkernel, tetapi juga memasukkan beberapa kode tambahan di kernel agar ia menjadi lebih cepat.
4. Exokernel.
Kernel yang tidak menyediakan sama sekali abstraksi hardware, tetapi ia menyediakan sekumpulan pustaka yang menyediakan fungsi-fungsi akses ke perangkat keras secara langsung/ hamper-hampir langsung.

Ext2 : merupakan system file yang mendukung standard UNIX (regular files, directories, symbolic, links, dll), system file ini memungkinkan untuk membuat nama file yang legth-nya mencapai 255 karakter.
Ext3 : merupakan system file pengembangan dari ext2 yang sangat efektif. Keuntungan dari system file ini adalah apabila terjadi Crash, tidak perlu melakukan ‘fsck’ system files.
Software RAID 
Swap : partisi yang digunakan untuk menyimpan temporary. Berbeda dengan format partisi lainnya, dengan partisi swap tidak perlu membuat mount pont, tetapi cukup menentukan ssize dari partisi swap yang akan dibuat.
Vfat : merupakan system Linux file yang compatible dengan Microsoft windows
Secara default terdapat tiga jenis file yaitu: 
file-file interface configuration, 
script-script interface control, dan 
file-file network fungtion.
Physical volume (LVM)

Server Solution
Hat Enterprise LinRed ux AS Merupakan top-of-the-line dari produk server enterprise, mendukung sistem high-end dan sistem mission-critical.
Red Hat Enterprise Linux ES Sebagai solusi untuk server kecil dan menengah yang digunakan untuk computing bisnis sehari-hari.

Client Solution
Red Hat Enterprise Linux WS Workstation untuk pengembang atau sebagai desktop/klien mandiri termasuk software untuk pengembangan, sebagai power desktop dengan aplikasi klien khusus dan untuk High Performance Computing (HPC).
Red Hat Desktop Ideal untuk penggunaan sebagai klien secara masal. Tersedia dengan bundel 10 dan 50 unit bersama Red Hat Network Proxy atau Satellite Server

Fitur Server
Databases - database open source utama: PostgreSQL, MySQL
Development - Lingkungan pengembangan untuk C, C++, Java, Fortran berikut Perl, Python, CVS dan Emacs
Engineering - Perkakas Computational termasuk blas, pvm, dan lam
File servers - FTP, NFS, dan Samba (CIFS)
Mail server - IMAP/POP servers berikut Cyrus, Sendmail, spamassassin
Networking - Suit lengkap untuk network servers dan firewall
Printing - sistem cetak CUPS/lpr
Security - Fitur lengkap termasuk SSL, IpSec, MAC/DAC
Web server - Apache server berikut sejumlah plugins untuk mod/php

Fitur client
Document preparation - OpenOffice.org office suite * 
Extensive Microsoft interoperability 
Laptop power management - APM/ACPI
Mail - aneka clients termasuk Evolution
Multimedia support - aplikasi untuk aneka format audio/video
Plug-and-play device support 
RDP terminal services 
Remote desktop sharing/collaboration 
User interface - berbasis GNOME dengan opsi KDE
Web browsing - Firefox
Wireless support 
Windows system 

Kekurangan Redhat
1. Dukungan multimedia buruk
2. Transisi RedHat ke Fedora mengkhawatirkan.
3. Namanya kurang familiar
Kelebihan RedHat
1. Instalasinya mudah . Karena merupakan revolusioner Linux.
2. Standar baku file binner pada Linux

Fedora Project
Red Hat mensponsori Fedora Project, sebuah proyek sumber terbuka yang didukung oleh komunitas/masyarakat yang bertujuan untuk mempromosikan kemajuan pengembangan perangkat lunak dan konten sumber terbuka.

One Laptop per Child (OLPC)
Teknisi Red Hat bekerja dalam One Laptop Per Child (sebuah organisasi nirlaba yang didirikan oleh MIT Media Lab) untuk merancang dan menghasilkan sebuah laptop murah agar setiap anak di dunia mendapat akses atas komunikasi terbuka, pengetahuan terbuka, dan pembelajaran terbuka. Laptop XO-1, komputer proyek ini, menggunakan versi khusus Fedora sebagai sistem operasi.

Mugshot
Red Hat mensponsori Mugshot, proyek terbuka untuk membangun "sebuah pengalaman hidup sosial" berbasis hiburan. Mengalihkan fokus wawasan teknologi dari objek (file, folder, dll) menjadi wawasan kegiatan, seperti browsing web atau berbagi musik. Keduanya adalah fitur Mugshot, yaitu Web Swarm dan Music Radar, yang kegiatannya sudah dimulai sebelum pengumuman proyek tersebut pada Red Hat Summit tahun 2006.
Dogtail
Dogtail, kerangka test GUI otomatis sumber-terbuka, awalnya dikembangkan oleh Red Hat, terdiri dari perangkat lunak bebas yang dirilis dengan lisensi GPL dan ditulis dengan Python. Perangkat ini memungkinkan pengembang untuk membangun aplikasi seklaigus melakukan tes atas aplikasi yang dibangunnya. Red Hat mengumumkan peluncuran Dogtail pada Red Hat Summit tahun 2006.

Red Hat Magazine
Red Hat menerbitkan Red Hat Magazine sebagai publikasi berita online. Isinya isu-isu kepentingan bersama dari dalam dan luar perusahaan, dengan fokus pada diskusi yang mendalam dan pengembangan aplikasi teknologi sumber-terbuka.

Red Hat Exchange
Pada tahun 2007, Red Hat mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan perusahaan besar penghasil perangkat lunak bebas (FOSS=free open-source software) untuk membuat sebuah portal distribusi bernama Red Hat Exchange, yang akan menjual perangkat lunak asli.
Pesaing
Pesaing utama Red Hat adalah Sun Microsystems , Canonical Ltd. (penghasil Ubuntu) , Mandriva , Microsoft , Novell , Oracle Corporation , IBM dan SUSE.

1. Manajemen Perangkat Masukan/Keluaran (I/O)
a. Sheel
PROMPT adalah salah satu jenis “Coman Interpreter” atau penterjemah perintah yang diketikkan oleh user untuk dikerjakan oleh system operasi computer. Istilah dalam system operasi global adalah Sheel.
Sheel  adalah Command Interpreter yang  menghubungkan antara input dan user. Hubungan antara input dan user dapat dilakukan melalui keyboard dan mouse, yang kemudian diterjemahkan oleh system operasi, dan kemudian jika diperlukan maka perintah itu akan dilanjutkan oleh system operasi kepada aplikasi yang berkepentingan
2. Sistem File 
Redhat Linux memungkinkan untuk membuat file system yang berbeda dalam satu harddisk. 
Dalam versi RHEL 4.7 ini misalnya, Kernel telah mendukung chipset Intels ICH10 dan chipset terkini dari AMD. Selain itu, juga telah disertakan driver untuk jaringan bnx2x untuk Broadcoms BCM5710, termasuk driver baru mendukung fitur jaringan dan storage. Red Hat juga meningkatkan dukungan untuk Autofs. Untuk pertama kalinya Red Hat meyertakan Aide (Advanced Intrusion Detection Environment) sebagai bagian dari distribusi ini. Daftar peningkatan utama untuk Enterprise Linux 4.7 dirinci sebagai berikut:
Upgrade to Firefox 3
Support for SHA-256 / SHA-512 password encryption in order to meet government requirements
Added the aide (Advanced Intrusion Detection Environment) package to allow file system integrity testing

Systemtap production support
Added tick divider capability, helping to avoid time-skew when running Enterprise Linux 4 as a fully virtualized guest on Enterprise Linux 5 or VMWare virtualization
Added IPv6 support for iSCSI
Numerous autofs improvements
Pelanggan layanan Red Hat subscriptions dapat segera meng-update sistemnya ke versi RHEL 4.7 atau mengunduh media ISO Images melalui Red Hat Network(RHN).

Red Hat Linux Adalah

By admin → Tuesday, February 11, 2014
PENGENALAN DIREKTORI, SYNTAX DASAR PADA LINUX DAN
PERMISSION
Orientasi utama dari Unix adalah penggunaan antarmuka baris perintah, dan warisan ini ikut terbawa ke Linux. Jadi antarmuka pengguna berbasis grafik dengan jendela, ikon dan menunya dibangun di atas dasar antarmuka baris perintah. Lagipula, hal ini berarti bahwa sistem berkas Linux tersusun agar dapat dengan mudah dikelola dan diakses melalui baris perintah
DIREKTORI
Sistem berkas Linux dan Unix diorganisir dalam struktur hirarki, seperti pohon. Level tertinggi
dari sistem berkas adalah / atau direktori root. Dalam filosofi disain Unix dan Linux, semua
dianggap sebagai berkas, termasuk hard disks, partisi dan removable media. Ini berarti bahwa
semua berkas dan direktori (termasuk cakram dan partisi lain) ada di bawah direktori root.
Sebagai contoh :
“ /home/sijup/slide instalasi ”

Menampilkan alur (path) keberkas belajar.odt yang ada di dalam direktori iyan yang mana ada di bawah direktori home, yang berada di bawah direktori root (/).



Di bawah direktori root (/), ada beberapa kumpulan direktori sistem penting yang umum
digunakan oleh banyak distribusi Linux lainnya.


Berikut ini adalah daftar dari direktori umum yang berada tepat di bawah direktori root (/) :

/bin/
Setiap distro GNU/Linux pasti memiliki direktori ini. Direktori /bin ini merupakan tempat dari
aplikasi untuk operasi dasar system seperti “ls”, “grep”,”mkdir” dan aplikasi penting lainnya.
/boot/
Seperti namanya, direktori ini adalah tempat GNU/Linux meletakan semua aplikasi dan file-file
cofigurasi untuk dapat menjalankan GNU/Linux. Kernel atau jantung system operasi terdapat
disini. Apabila anda melihat ke dalam direktori ini, maka anda akan menemukan sebuah file
yang bernama vmlinuz. File itu lah yang disebut sebagai kernel GNU/Linux.
/dev/
Direktori ini adalah direktori tempat GNU/Linux menyimpan hardware yang terbaca oleh kernel.
Pada system operasi GNU/Linux, hardware anda akan diperlukan sebagai sebuah file. Anda
dapat melakukan operasi seperti saat menggunakan file. Sebagai contoh /dev/sr0 adalah
CDRom anda atau /dev/sda adalah hardisk anda. Anda dapat membaca dari Cdrom atau
/dev/sr0 hanya dengan mengopi iso file tersebut.
/etc/
Anda dapat menemui file-file settingan yang dibutuh kan oleh GNU/Linux didalam direktori ini.
Misalnya file /etc/fstab ini adalah file yang digunakan system GNU/Linux saat melakukan mount
hardsik.
/home/
Masing-masing user yang terdapat di system operasi Linux akan memiliki tempat kerja mereka
di subdirektori yang terdapat di dalam direktori ini. Misalnya saja anda memiliki user “ilkom”,
maka home direktori ilkom terdapat di /home/ilkom/. Karena file sytem Linux yang terkenal
aman, hanya pemilik direktori dan root saja yang bisa melihat isi dari direktori /home/ilkom.
/lib/
Disini Linux meletakkan shared library utama yang dibutuhkan system. Shared library sama
dengan file *.DLL di system operasi Windows. Disini juga terdapat subdirektori yang nama nya
sama dengan versi dari kernel yang sedang dipakai. Direktori itu adalah tempat menyimpan
modul kernel, seperti driver dan dukungan file system.
/media/
Berbeda dengan Windows yang membaca partisi device sebagai drive. Linux membaca partisi
sebagai file. Apabila Windows menggunakan Drive D:/ atau F:/ untuk melambangkan USB
flashdisk misalnya. Maka Linux melambangkan dengan /dev/sda1 atau /dev/sdb1. Saat anda
memasukkan flashdisk atau removable disk ke dalam system Linux, maka akan secara
otomatis dikaitkan ke subdirektori di dalam /media/.
/mnt/
Direktori ini hampir sama fungsinya seperti /mnt/, namun bedanya adalah direktori ini memuat
hasil kait dari partisi yang sudah ditentukan sebelumnya. Artinya tidak dinamis. Ketentuan isi
direktori kait /mnt terdapat di file /etc/fstab
/opt/
Sama seperti “/bin”, /opt juga merupakan tempat meletakkan aplikasi. Namun aplikasi yang
diletakkan disni biasanya bersifat optional.
/sbin/
Aplikasi yang digunakan untuk melakukan manajemen system terdapat 5 disini. Biasanya
hanya root yang dapat menggunakan aplikasi yang ada di direktori ini. Contoh aplikasi yang
terdapat disini adalah “mount” dan “fsck”.
/srv/
Direktori ini berisi file-file yang digunakan oleh system untuk menyelenggarakan service. Contoh
nya apache meletakkan data nya disini.
/tmp/
Direktori ini adalah tempat aplikasi menulis file temporary mereka. Setiap user atau aplikasi
dapat hak untuk menulis disini.
/usr/
Direktori ini berisi semua aplikasi yang dibutuhkan oleh user dan semua yang berhubungan
dengan aplikasi tersebut, source code semua aplikasi biasa diletakkan disini tidak terkecuali
source code dari kernel Linux.
/var/
Direktori ini berisi file-file dan berbagai subdirektori yang isinya berubah seiring dengan
berjalannya system. Terdapat beberapa direktori menarik yang terdapat didalam sini. Salah
satunya /var/log/ yang berisi log dari apa yang system kerjakan.
/root/
Root adalah account special. Begitu pula home direktori nya. Home direktori root tidak
disatukan dengan pengguna lainnya, melainkan ada di /root/.
/proc/
Direktori ini adalah direktori special. Isi dari direktori ini akan berubah setiap saat. Setiap ada
aplikasi yang dijalankan akan membuat satu direktori dengan nama sesuai pid aplikasi tersebut.
Direktori ini akan kosong saat system dimatikan. Anda akan memanipulasi jalannya kernel
dengan mengedit file yang ada disini.

SYNTAX DASAR
Sebagai panduan Anda, berikut adalah daftar perintah secara alfabet. Sebenarnya, Anda dapat saja Menekan “Tab” dua kali untuk melihat semua kemungkinan perintah yang dapat digunakan. Misalnya Anda ingin mengetahui perintah apa saja yang dimulai dengan huruf a, maka Anda cukup mengetikkan tombol “A” lalu tekan tombol “Tab” dua kali!
&
Perintah & digunakan untuk menjalan perintah di belakang (background) Contoh:
wget http://id.wikibooks.org &
Perintah & dipakai dibelakang perintah lain untuk menjalankannya di background. Apa itu jalan
di background? Jalan dibackground maksudnya adalah anda membiarkan sistem untuk
menjalankan perintah sendiri tanpa partisipasi anda, dan membebaskan shell/command prompt
agar bisa dipergunakan menjalankan perintah yang lain.
adduser
Perintah adduser digunakan
untukmenambahkan
user.
Biasanya hanya dilakukan oleh root untuk menambahkan user atau account yg baru. Setelah perintah ini bisa dilanjutkan dengan perintah passwd, yaitu perintah untuk membuat password bagi user tersebut. Contoh:
# adduser ibt
# passwd dr@gon#
Perhatikan bahwa semua perintah yang membutuhkan akses root, di sini saya tulis dengan dengan menggunakan tanda #, untuk memudahkan Anda membedakannya dengan perintah yang tidak perlu akses root. Jika Anda menjalankan perintah adduser, Anda akan diminta memasukkan password untuk user yang Anda buat. Isikan password untuk user baru tersebut dua kali dengan kata yang sama.

alias
Digunakan untuk memberi nama lain dari sebuah perintah. Alias digunakan untuk memudahkan agar tidak harus mengetikkan perintah yang panjang, tapi cukup aliasnya saja. Misalnya bila Anda ingin perintah ls dapat juga dijalankan dengan mengetikkan perintah dir, maka buatlah aliasnya sbb:
$ alias dir=ls
Kalau Anda suka dengan tampilan berwarna-warni, cobalah bereksperimen dengan perintah
berikut:
$ alias dir="ls -ar --color:always"
Untuk melihat perintah-perintah apa saja yang mempunyai nama lain saat itu, cukup ketikkan alias saja (tanpa argumen). Lihat juga perintah unalias.
apt-cache
Untuk mencari aplikasi yang telah didownload oleh apt-get.
$ apt-cache search apache2
apt-get
Untuk menginstall atau uninstall aplikasi di linux, sebagian keluarga linux yang menggunakan adalah debian dan turunannya.
Contoh untuk menginstall aplikasi apache:
$ apt-get install apache2


Untuk mengecek pembaruan dari aplikasi yang terinstall di linux.
$ apt-get update
Untuk memperbarui aplikasi di linux, biasanya digunakan setelah apt-get update.
$ apt-get upgrade
bgUntuk meminta sebuah proses yang dihentikan sementara(suspend) agar berjalan di background. Misalnya Anda sedang menjalankan sebuah perintah di foreground (tanpa diakhiri perintah &) dan suatu saat Anda membutuhkan shell tersebut maka Anda dapat memberhentikan sementara perintah tersebut dengan Ctrl-Z kemudian ketikan perintah bg untuk menjalakannya di background. Dengan cara ini Anda telah membebaskan shell tapi tetap mempertahankan perintah lama berjalan di background. cat Menampilkan isi dari sebuah file di layar.
$ cat /etc/hostname
Dengan perintah cat kita membaca isi dari file hostname pada direktory /etc
cd
fungsi perintah cd adalah untuk masuk ke dalam direktory ato folder
kita coba masuk ke folder Desktop pada /home/kakekgalau
chgrp
Perintah ini digunakan untuk merubah kepemilikan kelompok file atau direktori. Misalnya untuk
memberi ijin pada kelompok atau grup agar dapat mengakses suatu file. Sintaks penulisannya
adalah sbb:
# chgrp <grup baru> <file>
chmod
Digunakan untuk menambah dan mengurangi ijin pemakai untuk mengakses file atau direktori.
Anda dapat menggunakan sistem numeric coding atau sistem letter coding. Ada tiga jenis
permission/perijinan yang dapat dirubah yaitu:
1. r untuk read,
2. w untuk write, dan
3. x untuk execute.
Dengan menggunakan letter coding, Anda dapat merubah permission diatas untuk masing-
masing u (user), g (group), o (other) dan a(all) dengan hanya memberi tanda plus (+) untuk
menambah ijin dan tanda minus (-) untuk mencabut ijin.
Misalnya untuk memberikan ijin baca dan eksekusi file coba1 kepada owner dan group,
perintahnya adalah:
$ chmod ug+rx coba1
Untuk mencabut ijin-ijin tersebut:
$ chmod ug-rx coba1
Dengan menggunakan sitem numeric coding, permission untuk user, group dan other
ditentukan dengan menggunakan kombinasi angka-angka, 4, 2 dan 1 dimana 4 (read), 2 (write)
dan 1 (execute).
Misalnya untuk memberikan ijin baca(4), tulis(2) dan eksekusi(1) file coba2 kepada owner,
perintahnya adalah:
$ chmod 700 coba2
testing dicoba
$ chmod 644 coba3
Perhatian: Jika Anda hosting di server berbasis Linux, perintah ini sangat penting sekali bagi
keamanan data Anda. Saya sarankan semua direktori yang tidak perlu Anda tulis di chmod 100
(jika Apache jalan sebagai current user (Anda)) atau di chmod 501 jika Apache jalan sebagai
www-data atau nobody (user lain).
chown
Merubah user ID (owner) sebuah file atau direktori
$ chown <user id> <file>
cp
Untuk menyalin file atau copy. Misalnya untuk menyalin file1 menjadi file2:
$ cp <file1> <file2>
fg
Mengembalikan suatu proses yang dihentikan sementar(suspend) agar berjalan kembali di
foreground. Lihat juga perintah bg diatas.
find
Untuk menemukan dimana letak sebuah file. Perintah ini akan mencari file sesuai dengan
kriteria yang Anda tentukan. Sintaksnya adalah perintah itu sendiri diikuti dengan nama direktori
awal pencarian, kemudian nama file (bisa menggunakan wildcard, metacharacters) dan terakhir
menentukan bagaimana hasil pencarian itu akan ditampilkan. Misalnya akan dicari semua file
yang berakhiran .doc di current direktori serta tampilkan hasilnya di layar:
$ find . -name *.doc -print
Contoh hasil:
. /public/docs/account.doc
. /public/docs/balance.doc
. /public/docs/statistik/prospek.doc
./public/docs/statistik/presconf.doc
grep
Global regular expression parse atau grep adalah perintah untuk mencari baris-baris yang
mengandung teks dengan kriteria yang telah Anda tentukan pada file yang diberikan.
Format perintah:
$ grep [opsional] <teks> <file>
Misalnya akan dicari file-file yang mengandung teks marginal di current direktori:
$ grep marginal <file>
diferent.doc: Catatan: perkataan marginal luas dipergunakan di dalam ilmu ekonomi prob.rtf:
oleh fungsi hasil marginal dan fungsi biaya marginal jika fungsi prob.rtf: jika biaya marginal dan
hasil marginal diketahui maka biaya total.
Gzip
Ini adalah software kompresi zip versi GNU, fungsinya untuk mengkompresi sebuah file.
Sintaksnya sangat sederhana:
$ gzip <namafile>
Walaupun demikian Anda bisa memberikan parameter tertentu bila memerlukan kompresi file
yang lebih baik, silakan melihat manual page-nya. Lihat juga file tar, unzip dan zip.
hostname
Untuk menampilkan host atau domain name sistem dan bisa pula digunakan untuk mengesset
nama host sistem.
Contoh pemakaian:
[user@localhost mydirectoryname] $ hostname
localhost.localdomain
kill
Perintah ini akan mengirimkan sinyal ke sebuah proses yang anda tentukan. Tujuannya adalah
menghentikan proses. Format penulisan:

$ kill <sinyal> <pid>
PID adalah nomor proses yang akan di hentikan. Tidak tahu PID proses mana yang mau
dibunuh? Cobalah bereksperimen dengan perintah:
ps aux | grep <myusername>
less
Fungsinya mirip perintah more
ls
Menampilkan isi dari sebuah direktori seperti perintah dir di DOS. Anda dapat menggunakan
beberapa option yang disediakan untuk mengatur tampilannya di layar. Bila Anda menjalankan
perintah ini tanpa option maka akan ditampilkan seluruh file nonhidden (file tanpa awalan tanda
titik) secara alfabet dan secara melebar mengisi kolom layar. Option -la artinya menampilkan
seluruh file/all termasuk file hidden(file dengan awalan tanda titik) dengan format panjang
man
Untuk menampilkan manual page atau teks yang menjelaskan secara detail bagaimana cara
penggunaan sebuah perintah. Perintah ini berguna sekali bila sewaktu-waktu Anda lupa atau
tidak mengetahui fungsi dan cara menggunakan sebuah perintah.
$ man <perintah>
Untuk keluar dari halaman manual, tekan tombol "q".
mesg
terminal. Misalnya mesg Anda dalam posisi y maka user lain bisa menampilkan pesan di layar
Anda dengan write atau talk.
$ mesg y atau mesg n
Gunakan mesg n bila Anda tidak ingin diganggu dengan tampilan pesan-pesan dari user lain.
mkdir
Membuat direktori baru, sama dengan perintah md di DOS.
Contoh : mkdir <nama folder> kemudian enter
$mkdir mahasiswa
mount
Perintah ini akan me-mount filesystem ke suatu direktori atau mount-point yang telah
ditentukan. Hanya superuser yang bisa menjalankan perintah ini. Untuk melihat filesystem apa
saja beserta mount-pointnya saat itu, ketikkan perintah mount. Perintah ini dapat Anda pelajari
di bab mengenai filesystem. Lihat juga perintah umount.
$ mount
/dev/hda3 on / type ext2 (rw)
none on /proc type proc (rw)
/dev/hda1 on /dos type vfat (rw)
/dev/hda4 on /usr type ext2 (rw)
none on /dev/pts type devpts (rw,mode=0622)
mv
Untuk memindahkan file dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Bila argumen yang kedua berupa
sebuah direktori maka mv akan memindahkan file ke direktori tersebut. Bila kedua argumen
berupa file maka nama file pertama akan menimpa file kedua. Akan terjadi kesalahan bila Anda
memasukkan lebih dari dua argumen kecuali argumen terakhir berupa sebuah direktori.
nano
Salah satu editor di linux, seperti halnya notepad di windows. Contoh untuk mengedit suatu file.
$ nano /etc/apt/sources.list
Setelah selesai untuk menyimpan menggunakan ctrl+o dan untuk keluar menggunakan ctrl+x.
passwd
Digunakan untuk mengganti password. Anda akan selalu diminta mengisikan password lama
dan selanjutnya akan diminta mengisikan password baru sebanyak dua kali. Password
sedikitnya terdiri dari enam karakter dan sedikitnya mengandung sebuah karakter.
pwd
Print working directory, atau untuk menampilkan nama direktori dimana Anda saat itu sedang
berada.
$ pwd
Contoh Hasil:
/home/user
rm
rm atau remove digunakan untuk menghapus file. Secara default, tidak menghapus direktori.
Contoh Pengunaan:
$ rm [opsi] <file>
rmdir
rmdir atau remove directory(ies) digunakan menghapus direktori, apabila kosong.
Contoh Pengunaan:
$ rmdir <direktori>
scp
Untuk menyalin file dari satu host ke host lainnya. contoh mengirim file buku.txt dari host
192.168.1.1 dengan user aku.
$ scp aku@192.168.1.1:/home/buku.txt /home/
su
Untuk login sementara sebagai user lain. Bila user ID tidak disertakan maka komputer
menganggap Anda ingin login sementara sebagai super user atau root. Bila Anda bukan root
dan user lain itu memiliki password maka Anda harus memasukkan passwordnya dengan
benar. Tapi bila Anda adalah root maka Anda dapat login sebagai user lain tanpa perlu
mengetahui password user tersebut.

tail
Menampilkan 10 baris terakhir dari suatu file. Default baris yang ditampilkan adalah 10 tapi
Anda bisa menentukan sendiri berapa baris yang ingin ditampilkan:
$ tail <jumlah baris> <file>
tar
Menyimpan dan mengekstrak file dari media seperti tape drive atau hard disk. File arsip
tersebut sering disebut sebagai file tar. Sintaknya sebagai berikut:
$ tar <aksi> <option> <file atau direktori>
Contoh:
$ tar -czvf namaFile.tar.gz /nama/direktori/*
Perintah di atas digunakan untuk memasukkan semua isi direktori, lalu dikompres dengan
format tar lalu di zip dengan gzip, sehingga menghasilkan sebuah file bernama namaFile.tar.gz
$ tar -xzvf namaFile.tar.gz
Perintah di atas untuk mengekstrak file namaFile.tar.gz
umount
Adalah kebalikan dari perintah mount, yaitu untuk meng-unmount filesystem dari mount-
pointnya. Setelah perintah ini dijalankan direktori yang menjadi mount-point tidak lagi bisa
digunakan.
# umount <filesystem>
unalias
Kebalikan dari perintah alias, perintah ini akan membatalkan sebuah alias. Jadi untuk
membatalkan alias dir seperti telah dicontohkan diatas, gunakan perintah:
$ unalias dir
unzip
Digunakan untuk mengekstrak atau menguraikan file yang dikompres dengan zip. Sintaknya
sederhana dan akan mengekstrak file yang anda tentukan:
$ unzip <namafile>
wall
Mengirimkan dan memberitahu tentang isi pesan dan menampilkannya di terminal tiap user
yang sedang login. Perintah ini berguna bagi superuser atau root untuk memberikan peringatan
ke seluruh user, misalnya pemberitahuan bahwa server sesaat lagi akan dimatikan.
# wall Dear, everyone..... Maaf Saya LAgi Marah, server akan saya matikan 10 menit lagi.
who
Untuk menampilkan siapa saja yang sedang login dan aktif / sedang menjalankan program .
Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai login name, jenis terminal, waktu login dan
remote hostname untuk setiap user yang saat itu sedang login. Misalnya:
$ who
root ttyp0 May 22 11:44
flory ttyp2 May 22 11:59
pooh ttyp3 May 22 12:08
xhost +
Perintah ini digunakan untuk memberi akses atau menghapus akses(xhost -) host atau user ke
sebuah server X.
xset
Perintah ini untuk mengeset beberapa option di X Window seperti bunyi bel, kecepatan
mouse, font, parameter screen saver dan sebagainya. Misalnya bunyi bel dan kecepatan
mouse dapat Anda set menggunakan perintah ini:
$ xset b <volume> <frekuensi> <durasi dalam milidetik>
$ xset m <akselerasi> <threshold>

PERMISSION

Salah satu perbedaan yang paling mencolok antara Linux dan Windows adalah konsep file
permission yang sangat ketat di Linux (maupun sistem operasi keluarga Unix lainnya). Hal ini
sering kali menimbulkan kebingungan bagi pengguna yang baru berpindah dari Windows.
Sebenarnya konsep file permission itu sangat sederhana. Ia mengatur mana file yang menjadi
milik anda, milik user A, milik grup programer, atau milik root, dll. Ia juga mengatur apakah
suatu file dapat anda baca, tulis, atau eksekusi saja atau kombinasi dari ketiganya.
File permission di linux terbagi menjadi 3 yaitu bisa dilihat dibawah ini:
 Owner : penguna yang menciptakan file (pemilik file)
 Group: kelompok
 Other : penguna di luar owner group
Kepemilikan sutu file dapt di ubah dengan mengunakan perintah chown yang memiliki syntax
sebagai berikut :
#chown namauser.namagrup namafile
misalnya seperti ini :
# chown dharmo.dharmo coba.txt
*dharmo = user
*dharmo = grup
atau bisa juga anda gunakan parameter R untuk mengubah kepemilikan suatu folder langsung
aja ke contoh yah :
# chown R dharmo.dharmo /var/www/dharmo/blog
*R disana berguna pada saat anda akan merubah kepemilikan sebuah folder. Sedangkan suatu
kepemilikan suatu group dapat di ubah dengan menggunakan perantara chgrp.
#chgrp dharmo /home/dharmokasep
*dharmo = nama grup
kalo yang diubah adalah folder tinggal anda tambah -R jadi :
#chgrp -R dharmo /home/dharmokasepfolder
sebenarnya pada chown diatas anda sudah merubah kepemilikan sekaligus grup pemiliknya
kalo cuma untuk mengubah kepemilikannya tinggal anda gunakan perintah seperti ini:
#chown dharmo /var/www/dharmo/kasep
kalo yang diubah adalah folder tinggal anda tambah -R jadi :
#chown -R dharmo /var/www/dharmo/kasepfolder
*dharmo = namauser
User Permissions File dan Direktori di Linux
Karena bekerja dengan banyak user, maka hak akses file dan direktori masing-masing user
juga menjadi sangat vital. Seringkali user tertentu tidak ingin direktori dan file-filenya tidak ingin
dilihat oleh orang lain. Dan bisa juga direktori atau file-file tertentu saja yang dibolehkan untuk
dilihat orang lain. Atau bisa juga hanya group user tersebut yang boleh melihatnya tetapi group
lain tidak boleh melihatnya. Itulah gunanya user permission di Linux. Anda bisa menentukan
user atau group siapa saja yang boleh melihat file atau direktori tertentu.
Coba Anda melakukan perintah ls -l, di sebelah paling kiri akan muncul user permission dari file
dan direktori yang ditampilkan tersebut. Formatnya adalah seperti ini drwxrwxrwx yang terdiri
dari 10 digit. Dari format tersebut, dibagi ke dalam 4 segmen, yaitu:
“ d rwx rwx rwx ”

Segmen 1 menandakan tipenya, apakah berupa direktori, regular file atau link file. Kodenya
adalah:
 d = direktori
 - = regular file
 l = link file
Segmen 2 menandakan permission untuk pemilik (owner)
Segmen 3 menandakan permission untuk group
Segmen 4 menandakan permission selain pemilik dan group (others)
Untuk segmen 2, 3 dan 4 selalu berformat rwx, artinya:
r = read, akses untuk melakukan pembacaan file
w = write, akses untuk melakukan penulisan, pengeditan (rename, edit), penghapusan file
atau direktori.
x = execute, akses untuk menjalankan suatu file atau masuk ke suatu direktori.
Jadi jika format permissionnya adalah seperti ini:
1. drwxrwxr– maka hal ini berarti bahwa:
Direktori tersebut (karena diawali huruf d yang berarti direktori) dapat dibaca, diedit oleh
pemiliknya, dan pemilik tersebut juga dapat masuk ke direktori tersebut.
Direktori tersebut dapat dibaca, diedit oleh groupnya, dan groupnya dapat masuk ke
direktori tersebut.
Direktori ini hanya dapat dilihat oleh user atau group lain, tidak bisa melakukan editing
(rename dan hapus), dan tidak bisa masuk ke direktori tersebut.
2. -rw-r—–

File tersebut (karena diawali tanda – yang berarti file biasa) dapat dibaca, diedit oleh
pemiliknya, tetapi tidak bisa dieksekusi/dijalankan (layaknya .exe di windows), karena
tidak ada permission untuk execute (x).
File tersebut hanya dapat dibaca oleh groupnya, tanpa dapat diedit/dihapus dan tidak
dapat dieksekusi.
File ini tidak dapat dibaca, diedit/dihapus maupun dijalankan oleh user dan group yang
lain.
Memberikan Permission Kepada File dan Direktori
Anda sudah mengetahui permission apa saja yang ada di file dan direktori di Linux. Tetapi Anda
belum mengetahui bagaimana cara memberikan permission kepada file atau direktori tersebut.
Di Linux, untuk memberikan permission dapat dilakukan dengan perintah chmod permission
FileAtauDirektori.
Option untuk perintah chmod ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu menggunakan symbol
huruf dan menggunakan symbol angka. Untuk menggunakan symbol huruf, maka huruf yang
digunakan terdiri dari:
u = owner
g = group
= others
a = all
+ = menambahkan permission
- = mengurangi permission
r = permission untuk membaca (read)
w = permission untuk menulis (write)
x = permission untuk menjalankan atau masuk ke direktori (execute)
Untuk memberikan akses tulis kepada group, maka option yang harus anda berikan
adalah g+w.
Untuk menghilangkan akses baca kepada user atau group lainnya, maka option yang harus
anda berikan adalah o-r.
Selain dengan symbol huruf, Anda juga dapat menggunakan symbol angka. Symbol angka ini
harus diberikan sekaligus untuk owner, group dan others. Jadi, kalau di symbol huruf anda bisa
memberikan permission untuk owner, group atau others saja, maka di symbol angka ini harus
diberikan sekaligus. Karena itu, symbol angka ini selalu berisi 3 digit, dimana digit pertama akan
berisi mengenai permission owner, digit kedua untuk permission group dan digit ketiga untuk
permission others. Symbol angkanya adalah:
4 = untuk permission baca (read)
2 = untuk permission tulis (write)
1 = untuk permission menjalankan (execute)
Jadi, jika anda ingin memberikan permission seperti ini kepada user
drw-r-xr—maka perintahnya bila menggunakan symbol huruf adalah:
$ chmod u+rw,u-x,g+r,g-wx,o+r,o-wx file
bila menggunakan symbol angka, maka perintahnya:
$ chmod 654 file
Angka 6 berarti akses baca dan tulis, karena akses baca adalah 4 dan tulis adalah 2, maka
jumlahnya adalah 6. Demikian juga untuk permission group, angka 5 berasal dari permission
baca yang bernilai 4 dan permission menjalankan yang bernilai 1. Karena user atau group
lainnya hanya boleh membaca saja, maka diberikan nilai 4.

Contoh lain lagi, misalkan permission awalnya adalah seperti ini drwxrw—- dan kita ingin
menggantinya menjadi seperti ini drw-r-x—, maka perintahnya:
$ chmod u-x, g-w,g+x file
atau
$ chmod 654 file
Untuk mengganti pemilik dari suatu file atau direktori, gunakan perintah
berikut: chown PemilikBaru NamaFileAtauDirektori
Untuk mengganti group dari suatu file atau direktori, gunakan perintah beikut: chgrp GroupBaru
NamaFileAtauDirektori.








PENGENALAN DIREKTORI, SYNTAX DASAR PADA LINUX DAN PERMISSION

By admin → Sunday, February 9, 2014
Pengenalan Ubuntu
Ubuntu adalah salah satu distribusi Linux yang berbasiskan pada Debian dan memiliki interface desktop. Proyek Ubuntu disponsori oleh Canonical Ltd (perusahaan milik Mark Shuttleworth). Nama Ubuntu diambil dari nama sebuah konsep ideologi di Afrika Selatan. “Ubuntu” berasal dari bahasa kuno Afrika,
yang berarti “rasa perikemanusian terhadap sesama manusia”. Ubuntu juga bisa berarti “aku adalah aku karena keberadaan kita semua”. Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak. Setiap rilis mempunyai nama kode dan nomor versi. Nomor versi berdasarkan tahun dan bulan dari rilis. Angka pertama adalah tahun, angka kedua adalah bulan perilisan. Sebagai contoh, rilis Ubuntu yang pertama, 4.10, dirilis tanggal 20 Oktober 2004.Rilis ubuntu keluar setiap 6 bulan sekali tiap bulan April dan Oktober. Rilis ubuntu biasanya terdiri dari berbagai edisi, yaitu edisi Desktop, Server, dan Netbook. Perbedaan mendasar pada ketiganya adalah pada versi desktop terdapat tampilan desktop manager sedangkan pada edisi server tidak ada, hanya command prompt saja.
Release code Ubuntu terdiri dari dua kata yang berupa adjective (kata sifat) yang diikuti dengan nama hewan yang disusun secara alphabetis setiap rilisnya, kecuali versi 6.06 ke bawah (4.10; 5.04; 5.10). Misalnya Hardy Heron, terdiri dari kata sifat hardy (Bold; brave; stout; daring; resolute; intrepid.[1913 Webster]) dan heron (sejenis burung). Rilis dijadwalkan satu bulan setelah perilisan GNOME (yaitu satu bulan setelah perilisan X.org). Sehingga setiap prilisan dari Ubuntu memiliki versi GNOME dan X yang diperbarui.


Desktop Environment
Ubuntu dilengkapi dengan banyak pilihan Desktop Environment, di antaranya yang
paling terkenal adalah GNOME, KDE, Xfce, dan LXDE.


GNOME: Semenjak pertama dirilis hingga saat ini GNOME merupakan desktop environment
standar Ubuntu (Unity berdiri di atas platform GNOME). GNOME merupakan salah satu desktop
environment yang paling populer di Linux dan dipergunakan secara luas. Pada April 2011, GNOME memperkenalkan GNOME Shell, sebua framework yang terfokus. Banyak dari pengguna
Ubuntu yang sudah beralih ke GNOME Shell karena tampilannya yang menarik.

Unity: Semenjak Ubuntu 11.04, Ubuntu telah menggunakan Unity sebagai Desktop Environment standarnya. Tidak seperti GNOME, KDE, Xfce, dan LXDE; Unity bukan merupakan kumpulan software melainkan hanya desktop environment yang menggunakan gtk+ yang sudah ada, dan berjalan di atas platform GNOME. Pada awal peluncurannya di Ubuntu 11.04, Unity menuai kritik yang sangat banyak
karena masih memiliki banyak masalah, sehingga pada awalnya banyak pengguna masih memilih untuk memilih GNOME. Namun semenjak Unity disempurnakan pada Ubuntu 11.10, Unity kini lebih bebas dari
masalah, dan efek visualnya semakin bagus.

KDE: (K Desktop Environment) merupakan desktop environment standar pada Kubuntu. KDE terkenal dengan desktop plasma-nya, namun desktop plasma tersebut membutuhkan daya hardware yang lebih besar pula sehingga tidak semua komputer dapat menjalankannya. 

Xfce: Xfce adalah environment yang menciptakan desktop sedikit sumber daya proyek desktop tujuannya adalah yang membutuhkan hardware. Namun kebutuhan sumber daya hardware Xfce masih lebih tinggi dari pada LXDE. Xfce merupakan
desktop environment standar Xubuntu.

LXDE: LXDE adalah proyek desktop environment yang bertujuan untuk membuat desktop yang cepat dan hemat energi. LXDE merupakan desktop environment standar Lubuntu.

Rekomendasi Hardware Untuk Instalasi Ubuntu

Adapun standar instalasi untuk ubuntu desktop adalah sebagai berikut :
700 MHz processor (minimal intel Celeron dan lebih baik lagi kelas yang lebih tinggi) 512 MB RAM
Minimal kapasitas hardisk kosong sebesar 5 GB Kemampuan resolusi VGA 1024x768 Instalasi Ubuntu Desktop 10.04. LTS
A. Media Instalasi Ubuntu
Media instalasi merupakan media yang digunakan untuk menginstall distribusi- distribusi GNU/Linux termasuk Ubuntu. Pada dasarnya media instalasi yang dijelaskan disini digunakan juga oleh distribusi GNU/Linux lainnya. Distribusi biasa disebut distro merupakan kernel linux (OS) beserta paket­paket aplikasi
yang dibundle sedemikian rupa. seperti ubuntu, redhat, centos, slackware dan lainnya. www.distrowatch.com Ada beberapa pilihan media instalasi yang dapat digunakan untuk menginstall distribusi Ubuntu pada komputer anda yaitu:
1. Media CD/DVD ROM
Media ini merupakan media instalasi yang paling populer dan menjadi media utama yang ditawarkan oleh pihak pengembang termasuk Ubuntu sendiri. Media ini bisa diperoleh dengan cara request free CDs (Shipit) atau membeli dari pihak ketiga, bisa juga download file ISO kemudian burn ke CD.

2. Media Flash Disk
BIOS komputer harus mendukung booting dari USB. Media flash disk ini cocok untuk komputer-komputer yang tidak memiliki CD/DVD drive seperti netbook yang banyak digunakan saat ini. Tekniknya sangat sederhana yaitu ISO file yang telah didownload disimpan ke flash disk dengan teknik tertentu yang akan dibahas tersendiri pada bagian berikutnya.
3. Lainnya
Selain kedua media diatas ada beberapa media lain yang bisa digunakan seperti harddisk, FTP dan NFS.
Bagaimana mendapatkan master installer Ubuntu? Jawabannya sangat mudah tentunya, akses ubuntu.com situs resmi developer Ubuntu. Disitus ini ada dua alternative pilihan yang dapat digunakan untuk memperoleh
installer Ubuntu yaitu dengan cara download file ISO atau pesan CD Ubuntu Gratisan (Shipit), berikut penjelasan kedua cara tersebut.
1. Download file ISO Ubuntu
Pada umumnya master distro GNU/Linux disediakan dalam format ISO file yang merupakan format terkompresi dalam bentuk image file. Khusus untuk Ubuntu dapat didownload di Koetaradja48. File ISO yang disediakan dikategorikan dalam beberapa bagian yaitu:
a. Ubuntu Desktop
Diperuntukkan untuk komputer-komputer desktop termasuk laptop dan sejenisnya kecuali netbook. Dalam keadaan terpaksapun sebenarnya jenis desktop bisa berjalan dengan baik dinetbook. Dibutuhkan memory dengan kapasitas minimal 256MB untuk menginstall versi ini, agar berjalan dengan baik dari pengalaman penulis sebaiknya memory diatas 512MB. Setiap versi Ubuntu Desktop dibagi dalam dua kategori berdasarkan jenis microprocessor yaitu:
Ubuntu Desktop 32-bit Jika anda menggunakan mikroprocessor keluaran intel maka jenis ini yang harus
anda download. Ubuntu Desktop 32-bit biasa juga disebut X86 atau i386 dimana
i merujuk ke code name intel. Jenis ini juga digunakan untuk AMD 32 bit.
Ubuntu Desktop 64-bit Jika anda menggunakan mikroprocessor keluaran AMD 64 bit pastikan mendownload jenis ini. Berlaku juga untuk jenis arsitektur EM64T seperti Athlon64, Opteron, EM64T Xeon dan Core 2.
b. Ubuntu Server
Diperuntukkan bagi komputer-komputer kelas server dan tanpa dukungan terhadap lingkungan Grafical User Interface (GUI) secara default. Ubuntu server hadir dengan lingkungan Command Line Interface (CLI) secara default. Jika anda telah menginstall Ubuntu Server jangan lagi mencari tampilan grafis. Jenis ini tersedia dalam dua kategori seperti diversi Ubuntu Desktop yaitu Ubuntu Server 32-bit dan Ubuntu Server 64-bit.
c. Ubuntu Alternate
Jika anda memiliki memory dibawah 256MB dengan spesifikasi hardware yang pas- pasan sebaiknya menggunakan Ubuntu Alternate sebagai solusi karena proses instalasi disajikan dalam mode text menu. Selain itu dengan CD alternate, upgarde versi Ubuntu dapat dilakukan tanpa perlu ada koneksi internet keserver Ubuntu. Jenis ini tersedia dalam dua kategori seperti diversi Ubuntu lainnya yaitu Ubuntu alternate
32-bit dan Ubuntu alternate
64-bit.
B. Mengenal Partisi GNU/Linux Ubuntu
1. Jenis Partisi GNU/Linux Ubuntu
Dilingkungan GNU/Linux dan sistem komputer umumnya dikenal tiga jenis partisi
yaitu:
1. Partisi Primary
Jenis partisi ini merupakan jenis partisi utama diharddisk untuk system operasi umumnya. Partisi primary hanya bisa dibuat maksimal 4 partisi, hal ini sangat berbeda dengan sistem DOS yang hanya mengijinkan satu jenis partisi primary untuk system. Jenis partisi ini menempati nomor partisi 1,2,3 dan 4. Misalnya harddisk sda bisa dibuat sda1, sda2, sda3 dan sda4.
2. Partisi Extended
Merupakan partisi perluasan untuk mengatasi kekurangan partisi primary dimana hanya dimunkinkan adanya 4 partisi. Jika ingin memiliki partisi lebih dari 4 maka partisi extended dibutuhkan yaitu dengan cara mengorbankan satu jenis partisi primary kemudian digunakan oleh partisi extended. Didalam partisi extended ini nantinya dibuat partisi logical untuk mendapatkan partisi yang lebih banyak. Partisi extended tidak dapat digunakan menyimpan data. Partisi jenis ini selalu menempati nomor partisi +1 dari partisi primary. Misalnya ada 2 jenis partisi primary di harddisk sda maka posisi partisi extended adalah sda3.
3. Partisi Logical
Jenis partisi logical selalu dibuat didalam partisi extended. Nomor partisi selalu mulai dari 5 sampai seterusnya. Misalnya ada 3 jenis partisi logical di sda maka masing- masing menempati sda5, sda6 dan sda7.
2. Perbandingan tabel partisi GNU/Linux dan DOS/Windows
Terpaksa harus membahas jenis partisi DOS/Windows dengan asumsi kebanyakan dari kita sudah terlanjur dari lingkungan tersebut. So enjoy sajalah.


Tabel Partisi GNU/Linux
Contoh kasus harddisk posisi sda.
- Partisi Primary ada 3 yaitu sda1, sda2 dan sda3
- Partisi Extended pasti hanya satu menempati sda4 (bawah sda5, sda6, sda7)
- Partisi logical ada 3 yaitu sda5, sda6 dan sda7


Tabel Partisi DOS/Windows


Contoh kasus harddisk yang dibuat dari DOS/Windows.
- Partisi Primary ada 1 yaitu drive C
- Partisi Extended tidak terdefinisikan di abjad
- Partisi logical ada 3 yaitu drive D, drive E dan drive F

Jika diterjemahkan ketabel partisi GNU/Linux informasinya sebagai berikut:
- Partisi Primary ada 1 yaitu sda1
- Partisi Extended pasti hanya satu menempati sda2
- Partisi logical ada 3 yaitu sda5, sda6 dan sda7
Perbedaan utama antara tabel partisi GNU/Linux dan DOS/Windows terletak pada
jumlah partisi primary yaitu system DOS/Windows hanya memiliki satu jenis partisi
primary sedangkan GNU/Linux bisa 4 jenis partisi primary.
3. Alokasi Partisi Ubuntu
Setelah mengenal jenis partisi di GNU/linux harusnya membaca tabel partisi sudah ada
gambaran umum dan itu merupakan bekal agar anda tidak kehilangan data ketika
melakukan partisi saat proses instalasi Ubuntu. Sangat disarankan sebelum melakukan
partising sebaiknya dan seharusnya data-data penting diharddisk dibackup kemedia
lain semisalnya CD/DVD untuk menghindari kehilangan data yang banyak dialami oleh
pemula.
Untuk proses instalasi Ubuntu, dibutuhkan minimal dua partisi kosong untuk alokasi
partisi / (baca root) dan swap.
/ merupakan partisi system utama Ubuntu, mudahnya jika anda menginstall Windows maka / adalah drive C.
Untuk space Ubuntu desktop direkomendasikan 4GB dengan asumsi untuk system saja. Swap merupakan partisi yang disiapkan sebagai cadangan ketika memory komputer full maka sebagian pekerjaan dialihkan ke swap ini. Swap secara teori 2xspace RAM.Ini berlaku saat RAM maksimal 512MB,jaman sekarang 1024MB untuk swap sudah termasuk besar sekali.
Dengan kedua partisi diatas maka Ubuntu sudah memenuhi kriteria untuk diinstall




dikomputer masing-masing. Berikut tabel partisinya.
Kedua partisi menggunakan jenis partisi primary.
sda1
swap
sda2
mount point
/

Pertanyaan berikutnya drive D buat data di Ubuntu mana? #Dasar Windows sejati :v
Jika
kebutuhan
kegunaannya
di
anda
Ubuntu
senang
bahkan
dengan
lebih
membangi-bagi
fleksibel.
Setiap
partisi
direktori
sesuai
dibawah
/
misalnya /boot, /home, /var dan lainnya bisa dibuatkan partisi sendiri. Bahkan anda
bisa membuat partisi /data sendiri. Yang perlu diperhatikan hanyalah mount point
dari masing-masing partisi.
Mount Point adalah titik mount yaitu partisi dikaitkan dipoint tertentu seperti /data,
/media/cdrom dan sejenisnya.
Misalnya saya membutuhkan partisi sendiri untuk /home dan /data, dimana
/home dialokasikan untuk mengamankan data-data user dan /data digunakan untuk
menyimpan data-data yang bisa diakses oleh semua user. Untuk lebih
jelaskan saya buatkan tabel partisi seperti dibawah ini.
Semua partisi menggunakan jenis partisi primary.



sda1
sda2
sda3
sda4
mount point
mount point
mount point
swap
/
/home
/data
Untuk besar space alokasi partisi sesuai kebutuhan saja, tidak ada patokan khusus yang direkomendasikan. Dua contoh diatas kondisinya jika harddisk semua dialokasikan untuk Ubuntu. Bagaimana jika saya ingin Windows tetap ada? :-) Jawabannya sangat mudah, korbankan sebagian space harddisk anda untuk ditempati ubuntu. Umumnya komputer Windows terdiri dua partisi yaitu C dan
D. Jika ada partisi E maka lebih baik mengorbankan partisi tersebut jika
spacenya cukup besar partisi E yang diresize. Kesimpulannya gunakan partisi logical
terakhir untuk menginstall Ubuntu jika anda masih sayang sama Windows. Seperti
contoh kasus dibawah ini.
Untuk alasan fleksibelitas korbankan sebagian space partisi D untuk Ubuntu dengan
cara rezise partisi menggunakan disk manajemen bawaan windows ataupun software
semisal partition magic. Tabel partisi yang terbentuk nantinya sebagai berikut:


Keterangan tabel partisi.
sda1 C Windows
sda2 Extended
sda5 D Windows
sda6 swap
sda7 /
4. Menyiapkan Partisi untuk Ubuntu
Pembahasan point 1, 2 dan 3 diatas sebagai pengantar teori saja agar anda bisa memahami partisi yang ada dikomputer sendiri. Konsepnya sangat sederhana, siapkan satu partisi kosong untuk membuat partisi yang akan ditempati swap dan / yang akan dibuat saat proses instalasi Ubuntu. Pilihan menggunakan aplikasi manajemen partisi apapun kembali kepilihan masing-masing karena harus dieksekusi di Windows sebagai wilayah kerja anda saat ini. Jika disk manajemen bawaan Windows yang anda install tidak mendukung resize
partisi saya pribadi menggunakan EASEUS Partition Master yang versi Home Edition


enis ini free digunakan sampai tulisan ini dibuat.
Kosongkan saja partisi untuk Ubuntu seperti gambar diatas. Selanjutnya anda bisa menginstall Ubuntu yang nantinya ditempatkan dipartisi kosong tersebut. Jika anda ingin mencoba menggunakan aplikasi manajemen partisi bawaan Ubuntu (Gparted) di mode live CD yang dibahas di bagian Instalasi Ubuntu Desktop 10.04 LTS
C. Instalasi Ubuntu Desktop 10.04 LTS
Sebelum menginstall Ubuntu ada baiknya kita melakukan beberapa persiapan, khususnya yang akan menjadikan komputer dual boot sistem operasi Ubuntu dan sistem operasi lainnya (disini saya mencontohkan berdampingan dengan sistem
operasi Ms. Windows). Langkah-langkah standar yang dilakukan sebagai berikut:
1. Mencatat perangkat keras yang terpasang pada komputer kita khususnya VGA,
LAN adapter, device wireless.
2. Mempersiapakan Partisi hardisk.
Membuat partisi baru untuk menginstal Ubuntu Desktop, untuk lingkungan
Windows dapat menggunakan Partition Magic dan sejenisnya tapi sebelumnya melakukan perubahan partisi disarankan untuk melakukan Defrag bisa menggunakan Auslogic Disk Defrag (aplikasi free yang cukup power full). Setelah melakukan defrag maka proses selanjutnya membuat partisi baru, disini digunakan aplikasi bawaan ubuntu yaitu GParted.
a. Masukkan CD Ubuntu (disini saya menggunakan ubuntu 10.04 LTS)

Dan Lanjutkan Tutorial Cara Install Ubuntu Kawan Anee Koetaradja48

Pengenalan Ubuntu

By admin →